Minggu, 16 November 2014

Tips dan Motivasi untuk selesai skripsi tepat waktu

Tips dan Motivasi untuk selesai skripsi tepat waktu


Bagi sebagian mahasiswa, skripsi terkadang menjadi beban tersendiri dalam penyelesaiannya. Ia seakan seperti duri dalam daging. Bila tidak diselesaikan dengan segera maka bisa-bisa banyak hal yang terjegal karenanya, dari mulai mencari pekerjaan, tuntutan orang tua, desakan calon mertua untuk segera menikah, banyaknya biaya serta waktu kuliah yang tidak sebentar, yang akan hilang begitu saja karena di akhir masa studi, kita tidak dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya.
Tidak jarang mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studinya karena tersandung di urusan skripsi ini, mereka putus asa karena tidak jua dapat merampungkan skripsinya, dari mulai tidak mendapatkan judul atau tema yang tepat, dosen pembimbing yang sentimen, referensi yang kurang, buku-buku yang sulit didapatkan, biaya penelitian yang besar dan sebagainya. Sehingga tidak jarang duri dalam daging itupun masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang ke jantung, sehingga duri itupun benar-benar membunuh kita.
Jika anda adalah orang tersebut, maka anda mungkin sedang membaca sebuah tulisan yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk anda dalam membantu menyelesaikan skripsi anda yang sudah seperti duri dalam daging.
Tips pertama,
Berdoalah kepada Allah, Terkadang kita lupa untuk berdoa, padahal doa itu bukan hanya setelah kita berikhtiar akan tetapi sebelum kita berikhtiar, ketika kita berikhtiar dan setelah kita berikhtiar, di sepanjang ikhtiar kita, dari awal hingga akhir, kita perlu berdoa kepada Allah. Sehingga skripsi kita dalam pengerjaannya selalu dapat diberikan jalan kemudahan dan dapat segera diselesaikan.
Tips yang kedua,
Bangun motivasi yang kuat dengan target yang jelas serta berkomitmenlah terhadap apa yang sudah direncanakan. Kadang-kadang kita lupa tujuan utama kita menulis skripsi itu apa. Buat motivasi yang jelas, misalnya saja, saya ingin segera menyelesaikan skripsi agar semester depan ayah ibu saya yang di kampung bisa melihat anaknya wisuda, dan mereka pun bahagia. saya harus segera selesai skripsi, supaya semester depan tidak bayaran lagi, kerena uang semesterannya dapat digunakan untuk keperluan lain, atau misalnya saya harus segera skripsi, agar tahun depan sudah bisa meminang calon isteri, dan sebagainya. Bangun motivasi, apapun itu usahakan buat sepersonal mungkin dengan anda. Kemudian buatlah target, dalam bagan atau table, misalnya saja, dua minggu pertama proposal harus selesai, dua minggu berikutnya bab I dan seterusnya. lalu berkomitmenlah dengan rencana tersebut. berikan hadiah kecil bagi diri anda, setiap anda dapat melalui tahapan rencana tersebut dengan baik. buat juga konsekwensi bagi diri anda setiap anda tidak dapat melalui tahapan rencana tersebut sesuai dengan jadwal. Ingat cerita sumpah palapanya patih Gajah Mada yang hendak menyatukan nusantara itu? ya, kira-kira seperti itu lah.
Tips ketiga,
Tentukan tema tulisan anda. Pilihlah tema yang menarik bagi anda, tema yang membuat anda penasaran. kemudian, pastikan bahan dan sumber-sumber datanya berlimpah dan mudah diperoleh. mengapa anda harus memilih tema yang menarik bagi anda? agar dalam mengerjakan skripsi, anda akan merasa senang, karena tema tersebut adalah tema yang menarik bagi anda. bila saja anda memilih tema yang tidak menarik bagi anda, maka boleh jadi anda akan merasa benar-benar sengsara dalam mengerjakan skripsi anda. Jangan melulu terpaku dengan tema-tema dari skripsi yang sudah ada. Buatlah sesuatu yang berbeda. Ingat juga untuk memastikan bahwa tema yang anda pilih memiliki data-data serta literatur yang berlimpah dan mudah diperoleh. Hal tersebut menjadi penting agar nantinya anda tidak kekurangan amunisi saat ditengah-tengah pengerjaan skripsi. Setelah menentukan tema, carilah permasalahan dan buat pertanyaan masalah. Karena nanti di bab-bab berikutnya, khususnya di bagian pembahasaan, yang anda tulis adalah jawaban-jawaban dari pertanyaan masalah yang anda buat di bab awal skripsi anda.
Tips keempat,
Buatlah outline. Membuat outline atau kerangka karangan sangat penting sebagai panduan, apa saja yang akan dituangkan dalam skripsi anda. Dari situ kemudian dapat dikembangkan dalam kisi-kisi yang kemudian dikembangkan lagi menjadi tulisan. Sehingga, anda dari awal sudah dapat memprediksikan apa saja yang akan anda tulis dalam skripsi anda.
Tips kelima,
Skripsi itu dikerjakan bukan dipikirkan saja, artinya jangan pernah berhenti dalam mengerjakan skripsi, bila kita rencanakan skripsi selesai dalam 3 bulan, maka di 3 bulan tersebut jangan biarkan diri kita berhenti untuk fokus menuliskan skripsi tersebut. Jangan berikan celah bagi rasa malas atau apapun itu menyelinap ke dalam pikiran kita. Kembalilah ke fokus jalan yang sudah direncanakan bila ternyata anda tergoda untuk melakukan yang lainnya.
Tips keenam,
Jangan takut salah lalu mudah menyerah. Terkadang dalam mengerjakan skripsi itu kita takut salah, padahal memang harusnya salah, karena tanpa tau yang keliru maka kita tidak tau mana yang seharusnya. Jangan sungkan untuk selalu berkonsultasi dengan dosen pembimbing, karena memang tugas dosen pembimbing adalah membimbing anda. Tunjukkan padanya bahwa anda adalah mahasiswa yang gigih dan memiliki daya juang yang tinggi. Jangan mudah menyerah dalam menyelesaikannya. Bila salah, segera perbaiki, salah lagi, perbaiki lagi, salah lagi, perbaiki lagi, insyaAllah sejutek apapun dosen pembimbing anda, hatinyapun akan luluh. Namun bila memang ternyata anda memiliki masalah yang tidak terpecahkan dengan dosen anda, maka anda sebenarnya memiliki hak untuk meminta pertimbangan dari dekan atau ketua program studi anda untuk mendapatkan dosen pembimbing yang lain, tentunya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika agar setiap pihak merasa bahwa keputusan yang diambil adalah win-win solutions.
Tips Ketujuh,
Bekerjalah secara berkelompok, buat grup diskusi atau sejenis tim yang satu sama lain saling bersepakat untuk dapat bersama-sama menyelesaikan skripsi dengan segera, biasanya teman sekelas, seangkatan atau sepermainan. Meskipun  satu dengan yang lainnya mengangkat tema yang berbeda akan tetapi keuntungan yang diperoleh dari berkelompok ini dapat bersifat moril maupun secara praktis, misalnya saja, antara satu dengan yang lain dapat saling memberikan semangat, saling membantu menemukan referensi literatur, bahkan dapat membantu dalam pengumpulan data, membuat simulasi sidang ujian, saling sharing kendala untuk mencari solusinya, dan lain sebagainya.
Demikian tujuh tips dalam menyelesaikan skripsi dengan cepat. Jika anda melakukannya dengan sungguh-sungguh, insyaAllah skripsi anda dapat segera diselesaikan dengan baik. Mudah-mudahan bermanfaat. (DiQ)
Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.
-Thomas A. Edison



Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/19/tujuh-tips-ampuh-skripsi-selesai-dengan-cepat-510104.html

Apa perbedaan Android dengan IOS?

Apa perbedaan Android dengan IOS?


Android dan IOS sama-sama perangkat system pad aponsel. Dewasa ini memang bermunculan banyak perangkat system ponsel seperti android, windows phone, ios, windows 8, dan sebagainya. dari sekian banyak itu, ada 2 yang mendominasi pasar saat ini, yaitu android dan ios.

Android banyak diusung oleh perusahaan ponsel Asia seperti Samsung. Menggunakan system operasi linux yang open source membuat android bisa didesain semau pengguna. Banyaknya aplikasi gratis untuk android juga membuat ponsel jenis ini semakin diminati. Namun, perlu kecanggihan penggunanya karena sistemnya cukup rumit hingga dijuluki ponsel pintar.
            
Sementara itu, ios juga merupakan ponsel canggih yang diciptakan oleh apple. Seperti produk apple lainnya, ios lebih tahan banting utanyanya terhadap malware. System pada ios lebih tertutup, bukan open source seperti android. Artinya, aplikasi untuk ios hanya berlaku atas izin apple. Cara ini membuat ios lebih aman dibandingkan android karena minim serangan virus atau bahkan nyaris tidak ada.
            
Secara tampilan ios lebih mudah digunakan daripad android yang super ribet. Dalam tampilan ios ada icon kecil seperti windows phone. Nah, tampilan sederhana ini justru membuat pengguna mudah untuk menjelajahi detail ios itu sendiri. Berbeda dengan ios yang sederhana, android memberikan kesempatan pengguna untuk membuat sendiri tampilannya. Memang sih bisa kreatif, tidak monoton, namun juga ribet. Sekali lagi, android cocok untuk orang pitar IT.
            
Bicara masalah aplikasi ios tak kalah dari android. Kabar baiknya ios kini memiliki lebih dari 600.000 aplikasi yang mudah diunduh untuk keperluan sehari-hari. sementara, android memiliki jumlah yang seimbang, yaitu lebih dair 500.00 aplikasi. Meskipun sedikit kalah dari ios, namun para pengamat menyatakan bahwa kemungkinan besar aplikasi android akan segera menyaingi ios. Mengapa? Karena orang bisa dengan mudah mengupdate aplikasi tanpa perlu izin sana-sini. Sementara itu, untuk membuat aplikasi baru pada ios perlu izin dari apple yang tentunya ribet.
            
Kemudahan mengunggah aplikasi baru pada android bisa jadi kabar baik atau justru kabar buruk. Kabar baiknya ponsel Anda segera jauh dari kata monoton dan ketinggalan. Kabar buruknya ponsel Anda mudah rusak bila tanpa sengaja mengunduh aplikasi yang tidak bertanggung jawab. Karena bersifat open source, maka tangan-tangan jahil suka berkeliaran.
           
Perbedaan android dan ios yang lain adalah mengenai tombolnya. Ios hanya punya tombol home saja, sedang android ada tombol home, back, dan menu. Perbedaan kecil tersebut akan terasa bila Anda biasa menggunakan ios kemudian beralih ke android.
            
Secara keamanan tentu ios jauh lebih aman daripada android. System ios tertutup dan apple, seperti biasa bertanggung jawab atas ketangguhan produknya. Sedang kalau menilik masalah harga android memang bisa dibilang jauh lebih terjangkau. Apalagi sekarang muncul produk-produk baru android di pasaran.


                

Rabu, 12 November 2014

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS


PENGERTIAN KELAS SOSIAL
Kelas sosial adalah serangkaian konsep dalam ilmu-ilmu sosial dan teori politik berpusat pada model stratifikasi sosial di mana seseorang dikelompokkan ke dalam seperangkat kategori sosial hirarkis.Kelas adalah obyek penting dari analisis untuk sosiolog, ilmuwan politik, antropolog dan sejarawan sosial. Namun, tidak ada konsensus mengenai definisi terbaik dari “kelas” panjang, dan istilah memiliki makna kontekstual yang berbeda. Dalam bahasa umum, “kelas sosial”, merupakan istilah yang biasanya identik dengan “kelas sosial-ekonomi,” didefinisikan sebagai: “orang  yang memiliki status sosial, ekonomi, atau pendidikan yang sama,” misalnya, “kelas pekerja”; “bermunculan profesional kelas- Kelas sosial terbagi menjadi kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah.
Pada prinsipnya, jika setiap atribut manusia diciptakan dalam suatu masyarakat dapat dibagi menjadi kelas-kelas sosial yang berbeda maka kelas sosial tersebut dapat dibagi berdasarkan pekerjaan, pendidikan, pendapatan, pengaruh politik, asal negara, jenis kelamin. Pengertian kelas sejalan dengan pengertian lapisan tanpa harus membedakan dasar pelapisan masyarakat tersebut. Kelas Sosial atau Golongan sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi. Jadi, definisi Kelas Sosial atau Golongan Sosial ialah: Sekelompok manusia yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi.
Klasifikasi Kelas Sosial Pembagian Kelas Sosial terdiri atas 3 bagian yaitu:
1.      Berdasarkan Status Ekonomi.
Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi kelas atau golongan:
1.      Golongan sangat kaya
2.      Golongan kaya
3.      Golongan miskin.
  • Aristoteles menggambarkan ketiga kelas tersebut seperti piramida:
1. Golongan pertama : merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari pengusaha, tuan tanah dan bangsawan.
2. Golongan kedua : merupakan golongan yang cukup banyak terdapat di dalam masyarakat. Mereka terdiri dari para pedagang, dsbnya.
3. Golongan ketiga : merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat. Mereka kebanyakan rakyat biasa.

  •  Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:
A. Golongan kapitalis atau borjuis : adalah mereka yang menguasai tanah dan alat produksi.B. Golongan menengah : terdiri dari para pegawai pemerintah.C.  Golongan proletar : adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik.
Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.

  • Pada masyarakat Amerika Serikat, pelapisan masyarakat dibagi menjadi enam kelas yakni:
  1. Kelas sosial atas lapisan atas ( Upper-upper class)
  2. Kelas sosial atas lapisan bawah ( Lower-upper class)
  3. Kelas sosial menengah lapisan atas ( Upper-middle class)
  4. Kelas sosial menengah lapisan bawah ( Lower-middle class)
  5. Kelas sosial bawah lapisan atas ( Upper lower class)
  6. Kelas sosial lapisan sosial bawah-lapisan bawah ( Lower-lower class)
Kelas sosial pertama : keluarga-keluarga yang telah lama kaya.
Kelas sosial kedua : belum lama menjadi kaya
Kelas sosial ketiga : pengusaha, kaum professional Kelas sosial
keempat : pegawai pemerintah, kaum semi profesional, supervisor, pengrajin terkemuka
Kelas sosial kelima : pekerja tetap (golongan pekerja)
Kelas sosial keenam : para pekerja tidak tetap, pengangguran, buruh musiman, orang bergantung pada tunjangan.

Dalam masyarakat Eropa dikenal 4 kelas, yakni:

  • Kelas puncak (top class)
  • Kelas menengah berpendidikan (academic middle class) Kelas menengah ekonomi (economic middle class)
  • Kelas pekerja (workmen dan Formensclass)
  • Kelas bawah (underdog class)
2. Berdasarkan Status Sosial
Kelas sosial timbul karena adanya perbedaan dalam penghormatan dan status sosialnya. Misalnya, seorang anggota masyarakat dipandang terhormat karena memiliki status sosial yang tinggi, dan seorang anggota masyarakat dipandang rendah karena memiliki status sosial yang rendah. Contoh : Pada masyarakat Bali, masyarakatnya dibagi dalam empat kasta, yakni Brahmana, Satria, Waisya dan Sudra. Ketiga kasta pertama disebut Triwangsa. Kasta keempat disebut Jaba. Sebagai tanda pengenalannya dapat kita temukan dari gelar seseorang. Gelar Ida Bagus dipakai oleh kasta Brahmana, gelar cokorda.
C. Berdasarkan Status Politik Secara politik
kelas sosial didasarkan pada wewenang dan kekuasaan. Seseorang yang mempunyai wewenang atau kuasa umumnya berada dilapisan tinggi, sedangkan yang tidak punya wewenang berada dilapisan bawah. Kelompok kelas sosial atas antara lain:  pejabat eksekutif, tingkat pusat maupun desa. pejabat legislatif, dan pejabat yudikatif. Pembagian kelas-kelas sosial dapat kita lihat dengan jelas pada hirarki militer.
  • Kelas Sosial Atas (perwira) Dari pangkat Kapten hingga Jendral
  • Kelas sosial menengah (Bintara) Dari pangkat Sersan dua hingga Sersan mayor
  • Kelas sosial bawah (Tamtama) Dari pangkat Prajurit hingga Kopral kepala
PENGERTIAN STATUS SOSIAL
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Status sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya. Pada semua sistem sosial, tentu terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti anak, isteri, suami, ketua RW, ketua RT, Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Guru dsbnya. Dalam teori sosiologi, unsur-unsur dalam sistem pelapisan masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan ( role). Kedua unsur ini merupakan unsur baku dalam pelapisan masyarakat. Kedudukan dan peranan seseorang atau kelompok memiliki arti penting dalam suatu sistem sosial.
SISTEM SOSIAL
Sistem sosial adalah pola-pola yang mengatur hubungan timbal balik dan tingkah laku individu-individu dalam masyarakat dan hubungan antara individu dan masyarakatnya. Status atau kedudukan adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau kelompok masyarakat.
Cara-cara memperoleh status atau kedudukan adalah sbb:
1. Ascribed Status adalah keuddukan yang diperoleh secara otomatis tanpa usaha. Status ini sudah diperoleh sejak lahir. Contoh: Jenis kelamin, gelar kebangsawanan, keturunan, dsb.
2. Achieved Status adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan disengaja. Contoh: kedudukan yang diperoleh melalui pendidikan guru, dokter, insinyur, gubernur, camat, ketua OSIS dsb
3. Assigned Status merupakan kombinasi dari perolehan status secara otomatis dan status melalui usaha. Status ini diperolah melalui penghargaan atau pemberian dari pihak lain, atas jasa perjuangan sesuatu untuk kepentingan atau kebutuhan masyarakat. Contoh: gelar kepahlawanan, gelar pelajar teladan, penganugerahan Kalpataru dsb.
Akibat Adanya Status Sosial Kadangkala seseorang/individu dalam masyarakat memiliki dua atau lebih status yang disandangnya secara bersamaan. Apabila status-status yang dimilikinya tersebut berlawanan akan terjadi benturan atau pertentangan. Hal itulah yang menyebabkan timbul apa yang dinamakan Konflik Status. Jadi akibat yang ditimbulkan dari status sosial seseorang adalah timbulnya konflik status.
Macam-macam Konflik Status:
1. Konflik Status bersifat Individual: Konflik status yang dirasakan seseorang dalam batinnya sendiri. Contoh: – Seorang wanita harus memilih sebagai wanita karier atau ibu rumah tangga – Seorang anak harus memilih meneruskan kuliah atau bekerja.
2. Konflik Status Antar Individu: Konflik status yang terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena status yang dimilikinya. Contoh: – perebutan warisan antara dua anak dalam keluarga – Tono beramtem dengan Tomi gara-gara sepeda motor yang dipinjamnya dari kakak mereka.
3. Konflik Status Antar Kelompok: Konflik kedudukan atau status yang terjadi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Contoh: Peraturan yang dikeluarkan satu departemen bertentangan dengan peraturan departemen yang lain. DPU (Dinas Pekerjaan Umum) yang punya tanggung jawab terhadap jalan-jalan raya, kadang terjadi konflik dengan PLN (Perusahaan LIstrik Negara) yang melubangi jalan ketika membuat jaringan listrik baru. Pada waktu membuat jaringan baru tersebut, kadangkala pula berkonflik dengan TELKOM karena merusak jaringan telpon dan dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) karena membocorkan pipa air.
4. Instansi tersebut akan saling berbenturan dalam melaksanakan statusnya masing-masing. Pengertian Peranan Sosial
Fungsi Peranan Sosial Peranan memiliki beberapa fungsi bagi individu maupun orang lain.Fungsi tersebut antara lain:
  • Peranan yang dimainkan seseorang dapat mempertahankan kelangsungan struktur masyarakat, seperti peran sebagai ayah atau ibu.
  • Peranan yang dimainkan seseorang dapat pula digunakan untuk membantu mereka yang tidak mampu dalam masyarakat. Tindakan individu tersebut memerlukan pengorbanan, seperti peran dokter, perawat, pekerja sosial, dsb.
  • Peranan yang dimainkan seseorang juga merupakan sarana aktualisasi diri, seperti seorang lelaki sebagai suami/bapak, seorang wanita sebagai isteri/ ibu, seorang seniman dengan karyanya, dsb.
Sumber: 
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2308738-pengertian-kelas-sosial/#ixzz2HEOthNiLhttp://laelatulafifah.blogspot.com/2013/12/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html

Senin, 10 November 2014

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

Tahap Sebelum Pembelian
      Konsumen akan menggali informasi tentang produk serta mendefinisikan tingkat kebutuhannya terhadap produk. Setelah mengidentifikasi kebutuhan dan kemungkinan mencari alternative pilihan terhadap produk maka langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap beberpa alternative produk yang ditawarkan oleh produsen
Evaluasi Alternatif
      Dari berbagai informasi yang diperoleh, selanjutnya di proses untuk mendapatkan keputusan atau
pertimbangan nilai akan suatu produk, dan akan menghasilkan beberapa atribut yang akan muncul,
setelah itu baru di beri bobot dari berbagai alternatif.
Konsumen memproses informasi dari beberapa informasi dan membuat pertimbangan untuk
memuaskan kebutuhan, konsumen mencari manfaat produk dan memandang produk sebagai suatu
rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap penting. Pemasar perlu menjelaskan manfaat produk
dan menentukan atribut yang menonjol untuk mempengaruhi Evaluasi Alternatif sebelum Keputusan.

 Evaluasi Alternatif sebagai Proses
     Evaluasi Alternatif sebagai Proses adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. Bila seseorang dihadapkan pada pembelian produk, yaitu antara membeli produk yang satu dan yang lain dengan kesamaan jenis, maka dia ada dalam posisi harus membuat Evaluasi Alternatif sebelum pembelian. Dalam proses evaluasi alternatif, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.
 Philip kotler mengemukakan, “Konsumen mempelajari merek-merek yang tersedia dan ciri-cirinya. Informasi ini digunakan untuk mengevaluasi semua alternatif yang ada dalam menentukan keputusan pembeliannya”(1998:170).
Menurut Sutisna, “Setidak-tidaknya ada dua kriteria evaluasi alternatif. Pertama adalah manfaat yang diperoleh dengan membeli produk. Kedua, kepuasan yang diharapkan”(2001:22).

 Beberapa kriteria eveluasi yang umum adalah:
1. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murah untuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
 2. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
 3. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.

4. Saliensi ( Atribut yang mencolok)
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria evaluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencolok (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.
sumber: http://windytriana.wordpress.com/2013/11/18/bab-4-evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian/

PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFIS

PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFIS

1.      Segmentasi Pasar

A. Segmentasi Pasar dan Kepuasan Konsumen
Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok‐kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dipilih sebagai pasar yang ditargetkan untuk pemasaran suatu produk.

Berikut ini definisi dari Segmentasi Pasar menurut beberapa ahli, diantaranya:
a.       Swastha & Handoko (1997)
Memberi pengertian bahwa segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

b.      Pride & Ferrel (1995)

Mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen‐segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli dan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok‐kelompok pasar yang terdiri dari orang‐orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.


Dasar‐dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen, yaitu:
·         Geografi
Segmentasi geografi akan membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografi yang berbeda‐beda seperti negara, negara bagian, wilayah, kota, dan desa. Perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa area geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan.

·         Demografi
Dalam segmentasi demografi, pasar dibagi menjadi grup‐grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama. Setidaknya ada lima alasan mengapa pendekatan demografi ini hampir selalu disertakan, antara lain adalah informasi demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye‐kampanye pemasaran.

·         Psikografi
Ciri‐ciri psikologis berkenaan dengan inner atau kualitas intrinsic dari consumer individual. Strategi segmentasi konsumen kadang‐kadang didasarkan pada variabel psikologis yang spesifik. Konsumen dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang‐orang yang memiliki usia, penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam merespon suatu stimuli pemasaran. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui kelas sosial (social class), gaya hidup (lifestyle), nilai‐nilai kehidupan yang dianut (value) dan kepribadian (personality).
Menurut Philip Kotler (1997:36) tentang Kepuasan Konsumen, yaitu perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannya.

Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2, yaitu:

a)      Kepuasan Fungsional,
merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk.
Misalnya : kita meminum suatu produk untuk menghilangkan rasa dahaga.

b)      Kepuasan Psikologikal,
merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud.
Misalnya : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan yang sangat istimewa dari sebuah restoran yang mewah.
Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
o   letak geografis
o   volume pembelian demografis
o   produk yang dibeli
o   sesuai kebutuhan konsumen
o   Pada umumnya tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

B. Segmentasi dan Profitabilitas

Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
o   Dapat diukur.
o   Dapat dicapai.
o   Cukup besar atau cukup menguntungkan.
o   Dapat dibedakan.
o   Dapat dilaksanakan.

Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.

C. Penggunaan Segmentasi dalam Strategi Pemasaran

Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik, diantaranya:

·         Measurable, yaitu ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
·         Accessible, yaitu segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
·         Substantial, yaitu segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
·         Differentiable, yaitu segmen‐segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen‐elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
·         Actionable, yaitu program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen‐segmen yang bersangkutan.
·         Langkah dalam mengembangkan segmentasi, yaitu:
·         Mensegmen pasar menggunakan variabel‐variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
·         Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel‐variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Analisis Demografi

Demografi adalah uraian tentang penduduk terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian, dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta bagaimana faktor‐faktor ini berubah.
Analisis yang dilakukan meliputi :
·         Pertumbuhan populasi dunia
·         Bauran umur populasi
·         Etnis dan pasar lain
·         Kelompok pendidikan

·         Pola rumah tangga
·         Pergeseran geografis dalam populasi
·         Perusahaan yang berhasil biasanya mengenali dan menanggapi kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi dengan mendapatkan laba dari aktifitas pemasaran yang di lakukan oleh marketer. Perusahaan mendapatkan laba yang sangat besar jika mereka dapat memanfaatkan fenomena yang terjadi dalam faktor demografi dengan baik. Di lain sisi, perusahaan juga harus mampu meminimalisir resiko dan ancaman yang timbul dari faktor demografi.

2.      Rencana Perubahan

A.      Analisis konsumen dan Kebijakan Sosial

Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai tahapan‐tahapan sebagai berikut:
·         Analisis Kebutuhan.
Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain‐lain.

·         Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.

·         Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.

·         Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.

·         Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.


Analisis Kebijakan Sosial

Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru. Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi‐konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi‐konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip‐prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan‐pilihan tindakan sebagai berikut:
·         Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.
·         Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.
·         Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.

B.     Perubahan Struktur Pasar Konsumen
·         Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain‐lain.
Sifat‐sifat pasar persaingan sempurna :
o   Jumlah penjual dan pembeli banyak
o   Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
o   Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
o   Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
o   Posisi tawar konsumen kuat
o   Sulit memperoleh keuntungan di atas rata‐rata
o   Sensitif terhadap perubahan harga
o   Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

·         Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda‐beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat‐sifat pasar monopolistik :
o   Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
o   Mirip dengan pasar persaingan sempurna
o   Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda‐beda
o   Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
o   Relatif mudah keluar masuk pasar

·         Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat‐sifat pasar oligopoli :
o   Harga produk yang dijual relatif sama
o   Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
o   Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
o   Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain

·         Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya.
Sifat‐sifat pasar monopoli :
o   Hanya terdapat satu penjual atau produsen
o   Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli

II. PEMBELIAN

A.     Proses Keputusan Membeli

Menurut Kotler ( 2000 : 168 ) terdapat 5 peran yang dapat dimainkan setiap individi di dalam keputusan pembelian, yaitu:
·         Pencetus, yaitu seorang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk dan jasa.
·         Pemberi pengaruh, yaitu seorang dengan pandangan atau saran yang mempengaruhi keputusan.
·         Pengambil keputusan, yaitu seseorang yang memutuskan setiap komponen dari suatu keputusan pembelian apakah membeli, tidak membeli, bagaimana membeli dan dimanakah membeli.
·         Pembeli, yaitu orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya.
·         Pemakai, yaitu seseorang yang mengkonsumsi atau mengunakan produk atau jasa yang bersangkutan.
Menurut Kotler (2000 : 171) terdapat lima tahapan bagi konsumen dalam membuat keputusan pembelian yaitu :
A.     Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang dinginkannya. Kebutuhan tersebut dapat berasal dari rangsangan internal atau eksternal.

B.     Pencari Informasi
Seorang konsumen yang mulai tergugah minatnya mungkin akan mencari informasi lebih lanjut. Sumber informasi konsumen digolongkan ke dalam empat kelompok yaitu:
·         Sumber pribadi: Keluarga. teman, tetangga, kenalan
·         Sumber komersial: Iklan, wiranaga, penyalur, kemasan. Pajangan
·         Sumber publik: Media massa, organisasi konsumen
·         Sumber pengalaman: Penanganan, Pengkajian dan Pemakaian produk
·         Sumber‐sumber ini memberikan pengaruh yang relatif berbeda‐beda sesuai dengan.jenis produk dan karakteristik pembeli.

C.     Evaluasi Alternatif
Konsumen membentuk penilaian atas produk terutama berdasarkan kesadaran dan rasio. Beberapa konsep dasar untuk memahami proses evaluasi. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan ini. Konsumen memiliki sikap yang berbeda dalam memandang atribut‐atribut yang dianggap relevan dan penting.

D.     Keputusan Pembelian
Setelah mengadakan penilaian terhadap merek‐merek yang ada, maka selanjutnya konsumen akan membentuk suatu niat untuk membeii, namun terdapat dua faktor yang berbeda diantara niat pembelian dengan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah pendirian orang, tergantung atas pendirian orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain. Sedangkan faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak diantisipasi. Faktor ini dapat muncul clan mengubah niat pembelian. Dalam menjalankan niat pembelian, konsumen dapat membuat lima sub‐keputusan yaitu keputusan merek, pemasok, kuantitas, waktu dan metode pembayaran.

E.       Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli suatu produk, akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. .Jika produk lebih rendah daripada harapan pembeli, maka pembeli akan kecewa. Jika kinerja produk sesuai harapan pembeli, maka pembeli akan, merasa puas. Hal ini akan membedakan apakah pembeli akan membeli kembali produk tersebut dan membicarakan hal‐hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan tentang produk tersebut pada orang lain. Kepuasan dan ketidak puasan konsumen dengan produk yang dibeli akan mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Apabila konsumen puas, maka akan memperlihatkan peluang, pembeli yang lebih tinggi. Namun jika tidak puas konsumen kemungkinan akan melakukan salah satu tindakan seperti meninggalkan produk, mengembalikan produk, mencari informasi lebih lanjut untuk mempertegas nilai guna produk tersebut, menyampaikan keluhan pada perusahaan atau mendatangi ahli hukum.

Sabtu, 18 Oktober 2014

BENNEFIT MEMPUNYAI BANYAK TEMAN

Apa yang kalian pikirkan pada saat kalian mendengarkan kata TEMAN ATAU SAHABAT. Pastinya kalian punya Teman atau Sahabat dekat kan? Menurut saya Teman mempunyai arti yang sangat penting bagi hidup kita. Banyak teman membuat hidup kita lebih berwarna dan lebih indah. Teman selalu ada pada saat kita senang dan susah, Coba bayangkan bagaimana jadinya kalau kita hidup cuma sendiri dan tidak ada teman disamping kita, sepi pastinya.

Oleh karena itu, mempunyai banyak teman akan bisa mendatangkan keuntungan bagi kita

(1) Bertukar pikiran
Teman menjadi orang yang bisa diajak untuk bertukar pikiran, ide atau pendapat. Misalnya sedang ada masalah dengan pacar, maka teman bisa dimintai saran dan pendapat mengenai masalah itu. Kita pun bisa mendapatkan gambaran dan sudut pandang baru akan apa yang kita lakukan

(2) Curhat
Mencurahkan segala keluh kesah yang ada pada diri kita, bisa itu tentang keluarga, kerjaan, bahkan tentang pasangan kita. Teman adalah pendengar yang sangat baik saat kita ingin mencurahkan isi hati kita.

(3) Berbagi
Disini berbagai bukan dalam hal materi saja, kita juga bisa berbagi dalam bentuk kebahagian. kalau kita bahagia pasti temen atau sahabat kita akan meresakan kebahagian itu juga.

Mempunyai banyak teman mempunya bennefit yang sangat banyak untuk diri kita dan mereka, seperti tumbuhan kita saling membutuhkan(simbiosis mutualisme).
jadi perbanyaklah temen, tidak ada salahnya kita mempunyai banyak temen.

MOTIVASI DALAH KUNCI KESUKSESAN

Apa itu sukses? 

Semua orang pasti punya persepsi tentang makna dari sebuah kata SUKSES. Kita semua pasti ingin sukses, tapi sukses yang seperti apa yang ingin kita capai? 
Untuk mencapai sebuah kesuksesan pasti perlu perjuangan yang sangat keras dan berat,tidak semudah membalikan telapak tangang bukan. Banyak cobaan yang harus dilewati untuk mencapai kesuksesaan tersebut, namun cobaan tersebut bisa dimaknai sebagai sebuah pelajaraan.
Orang yang ingin sukses pasti mereka mempunyai pendirian yang sangat keras, tetapi terkadang pendirian itu bisa goyah karena adanya faktor-faktor yang membuat seseorang itu menjadi berubah. 
Apabila kita ingin menjadi orang sukses atau berhasil ada beberapa yang harus ditanamkan didalam diri kita masing-masing. Yang pertama adalah memotivasi diri kita sendiri untuk mau menjadi orang yang lebih maju. Yang kedua adalah membuat tujuan, mengapa membuat tujuan? Ketika kita membuat suatu tujuan pasti ada hal yang ingin kita capai. hal itu lah yang akan menjadi sebuah motivasi besar dari diri sendiri untuk bisa melakukan hal apapun demi tercapainya tujuan tersebut. Yang ketiga adalah kita harus membuka telinga kita untuk mendengarkan cerita-cerita orang yang sudah sukses. Dengan kita mendengarkan cerita-cerita orang tersebut kita bisa jadi lebih termotivasi untuk menjadi Sukses, dan bisa mencuri-curi pelajaran tentang bagaimana orang tersebut bisa sukses.
Yang keempat adalah membaca buku, buku adalah gudang ilmu. Dengan kita membaca buku kita lebih bisa mengetahui banyak hal tentang apapun itu mulai dari bidang Social, Politik, Ekonomi, dan Budaya.

Jadi untuk mencapai SUKSES kuncinya adalah MOTIVASI. Motivasi diibaratkan sebagai bahan bakar untuk mencapai suatu kesuksesaan. Gak ada kata terlambat untuk menjadi orang sukses, asalkan ada kemauan dari sendiri pasti ada jalan untuk mencapai kesuksesan tersebut.